10 Salep Gatal Paling Ampuh untuk Alergi, Bisa Dibeli di Apotek

Alergi adalah salah satu masalah kulit yang sering menerpa hampir setiap orang. Beragam salep gatal dicoba untuk mengatasi permasalahan kulit ini.

Rasa gatal tak tertahankan membuat kita ingin untuk menggaruknya hingga meninggalkan luka, berair serta bernanah.

Namun tak semua orang bisa cocok dengan salep gatal yang dijual di pasaran, lho.

Nah bagi Moms yang sedang mencari obat gatal alergi yang mudah ditemukan di apotek, bisa mencoba beberapa daftar salep gatal di bawah ini.

Namun ada beberapa obat gatal alergi yang memerlukan resep dokter ya, Moms.

Pilihan Salep Gatal Akibat Alergi
Dilansir dari American Academy of Allergy, Asthma, and Immunology (AAAAI), gatal akibat alergi biasa disebut dengan pruriceptive.

Gatal pruriceptive timbul akibat alergi, eksim, psoriasis, pengobatan, tungau, biduran, dan kulit kering.

ADVERTISEMENT

Rasa gatal bisa jadi sangat menganggu, menimbulkan ketidaknyamanan, dan membuat lapisan pelindung kulit rusak akibat terus-terusan digaruk.

Jika ini terjadi pada Moms atau bahkan Si Kecil, tentu saja akan menghambat aktivitas harian.

Supaya kegiatan harian Moms tetap berjalan sesuai dengan rencana, Moms bisa mengandalkan beberapa salep gatal-gatal akibat alergi yang bisa dibeli di apotek.

Tentunya dengan menyesuaikan dengan jenis alergi yang Moms derita ya.

Baca Juga: 7 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Membantu Menghilangkan Komedo

1. Antihistamin
Salep Gatal untuk Kulit Berair, Yuk Cari Tahu!
Foto: Orami Photo Stocks

Mengutip Cochrane, obat antihistamin biasa digunakan untuk penderita kulit eksim.

Obat gatal alergi ini juga bisa dipakai untuk selangkangan dan daerah tubuh lain yang gatal.

Obat antihistamin tersedia dalam bentuk salep, tablet minum, semprot, bahkan sirup.

Umumnya, salep gatal jenis antihistamin ini menjadi obat pertolongan yang patut dicoba ketika gejala alergi muncul.

Sebenarnya, rasa gatal saat alergi muncul karena tubuh sedang memproduksi zat histamin dalam jumlah yang banyak.

Maka itu, obat antihistamin ini bekerja dengan cara menghentikan dan mengurangi jumlah zat histamin dalam tubuh.

Moms bisa langsung minum obat gatal alergi yang satu ini jika merasa gatal-gatal akibat alergi.

Beberapa obat antihistamin yang terdapat di apotek seperti:

ADVERTISEMENT

Desloratadine
Loratadine
Cetirizine
Fexofefenadine
Chlorpheniramine
Meski cepat menghilangkan gatal-gatal, obat antihistamin juga bisa menimbulkan efek samping, seperti kepala pusing dan mulut kering.

Bila Moms berencana untuk memberikannya pada Si Kecil, sebaiknya konsultasikan dulu pada dokter anak.

Baca Juga: 4 Arti Jerawat di Dagu, Begini Pengobatannya

2. Kortikosteroid
salep gatal medis.jpg
Foto: Orami Photo Stocks

Salep gatal paling ampuh seterusnya adalah kortikosteroid.

Obat kortikosteroid tersedia dalam berbagai bentuk, dari cairan, tablet minum, nasal spray, hingga salep.

Namun, khusus untuk mengatasi gatal-gatal, Moms bisa menggunakan obat kortikosteroid dalam bentuk salep.

Karena berbentuk krim, cara pakainya pun sangat mudah. Moms hanya tinggal mengoleskan krim tersebut ke bagian kulit yang terasa gatal.

Umumnya obat salep ini digunakan satu atau dua kali per hari.

Gunakan sesuai dengan anjuran dokter atau sampai gejala gatal yang dirasakan menghilang.

Pastikan juga untuk tidak menggaruk kulit terlalu keras, apalagi sebelum menggunakan obat gatal alergi ini.

Pasalnya, menggaruk terlalu kencang justru dapat menyebabkan luka dan iritasi.

Bila ada luka atau berair pada kulit, sebaiknya jangan langsung menggunakan salep gatal yang satu ini.

3. Non-kortikosteroid
rekomendasi salep gatal untuk alergi.jpg
Foto: Orami Photo Stocks

Dalam National Library of Medicine, salep gatal untuk jenis ini biasa digunakan pada penderita asma.

Namun, tak jarang penderita gatal-gatal pada kulit karena bakteri, juga bisa menggunakan obat alergi ini.

Salep gatal non kortikosteroid bekerja dengan meringankan rasa gatal yang ditimbulkan secara sementara.

Ia hadir dalam bentuk krim, salep, lotion, gel, dan juga bedak.

Mudah didapat di apotek dan Moms memerlukan resep dokter untuk menebusna.

Salep gatal golongan ini juga dibagi ke dalam beberapa kelompok, sesuai dengan kandungannya.

Ada golongan obat dengan dosis rendah, sedang, dan tinggi.

Baca Juga: Kulit Biduran, Ketahui Penyebab dan Obat Biduran Alami untuk Ibu Hamil

4. Antidepresan
Beberapa salep gatal dapat menyebabkan mood swing
Foto: Orami Photo Stocks

Pilihan salep gatal yang paling ampuh selanjutnya adalah antidepresan.

Dalam Journals Sage Pub, ia memang tak berfokus untuk meredakan gatal, namun efeknya dapat melemahkan sensor gatal pada tubuh sehingga tubuh tidak membaca ‘lokasi’ tertentu yang sebenarnya gatal.

Antidepresan yang biasa ditemukan di apotek seperti citalopram, escitalopram, fluoxetine, dan sertraline, memang bukan obat yang dirancang khusus untuk meredakan gatal.

Tergolong dalam salah satu obat keras, tentu memerlukan pengawasan dokter untuk mendapatkannya.

Beberapa efek samping yang mungkin disarakan seperti mual, sakit kepala, kehilangan kesadaran, dan mulut terasa kering.

Tanyakan dulu pada dokter apakah obat gatal alergi ini dapat menyembuhkan gatal kulit karena bakteri atau tidak, ya.

5. Antibiotik
Amankah Mengonsumsi Salep Gatal Saat Hamil Ketahui Penjelasannya!.jpg
Foto: Orami Photo Stocks

Antibiotik umum dipakai untuk memberantas bakteri dalam tubuh, misalnya saat sedang mengalami gangguan pencernaan.

Nyatanya, obat gatal alergi juga memakai antibiotik untuk kasus tertentu, lho.

Gatal kulit karena bakteri biasanya menggunakan antibiotik yang diresepkan oleh dokter.

Tak hanya dalam bentuk oral (minum), antibiotik dalam bentuk salep gatal mungkin juga diresepkan oleh dokter.

Biasanya, dokter kulit akan meresepkan antibiotik sebagai obat gatal alergi dalam jumlah dosis yang sedikit. Hal ini karena penggunaan antibiotik tidak boleh digunakan dalam jangka waktu yang lama.

Cara minumnya juga harus dihabiskan meski gejala gatal sudah berkurang.

Baca Juga: Alergi Dingin Saat Hamil, Ini Gejala dan Cara Mengatasinya

Jika Moms tidak menghabiskan obat antibiotik yang diresepkan oleh dokter, beberapa jenis bakteri mungkin dapat bertahan hidup dan meningkatkan risiko kebal terhadap antibiotik (resisten antibiotik) sehingga menjadi sulit untuk mengobati infeksi.

Jadi tetap ikuti arahan dokter untuk mengobati alergi yang Moms derita, ya.

6. Dekongestan
salep-gatal-tetes-mata.jpg
Foto: Orami Photo Stocks

National Health Service menjelaskan, dekongestan adalah salah satu obat alergi yang digunakan untuk meredakan hidung tersumbat dan sering kali diresepkan bersama dengan antihistamin untuk alergi.

Produk ini datang dalam bentuk semprotan hidung, tetes mata, cairan, atau pil.

Dekongestan jenis semprotan hidung dan tetes mata harus digunakan hanya dalam beberapa hari, karena penggunaan jangka panjang sebenarnya dapat memperburuk gejala.

Pil dan dekongestan cair dapat diminum lebih lama dengan lebih aman.

Contoh-contoh obat dekongestan yang beredar di apotek adalah oxymetazoline, pseudoephedrine, ephedrine, ipratropium bromide, dan phenylephrine.

7. Mast Cell Stabilizer
Ini-Perbedaan-Salep-Alergi-dan-Batuk-Flu-pada-Balita.jpg
Foto: Orami Photo Stocks

Stabilisator sel mast adalah obat gatal alergi paling ampuh lainnya yang dapat digunakan untuk mengobati peradangan ringan hingga sedang pada penderita alergi.

Ia tersedia sebagai obat tetes mata untuk konjungtivitis alergi, dan semprotan hidung untuk gejala alergi hidung.

Seperti jenis salep gatal lainnya, mungkin diperlukan beberapa minggu sebelum efek penuh dirasakan.

Beberapa contoh jenis obat alergi ini meliputi:

Cromolyn sodium (Opticrom generik)
Lodoxamide-tromethamine (Alomide)
Nedocromil (Alocril)
Pemirolast (Alamast)
Untuk tahu mana yang lebih cocok bagi Moms, lebih baik tanyakan pada dokter kulit dulu, ya.

Baca Juga: 5 Jenis-Jenis Alergi Kulit yang Umum Terjadi Pada Anak

8. Leukotrien
obat salep gatal yang disetujui BPOM
Foto: Orami Photo Stocks

Leukotrien digunakan untuk mengobati gejala asma dan alergi hidung. Mereka biasa diresepkan bersama dengan obat lain.

Obat-obatan alergi ini hanya tersedia dengan resep dokter dan tersedia dalam bentuk pil, tablet, dan pil.

Satu-satunya obat leukotrien yang mendapat persetujuan Food Drug Administration adalah monteleukast (Singulair).

Efek samping obat ini jarang terjadi, tetapi mungkin termasuk:

Sakit perut
Maag
Demam
Hidung tersumbat
Batuk
Tanyakan pada dokter apakah obat alergi ini cocok dengan gejala yang Moms derita ya.

9. Krim Pelembap
3 Pilihan Salep Gatal Herpes untuk Bayi
Foto: Orami Photo Stocks

Salep gatal lainnya untuk selangkangan dan yang paling ampuh adalah krim pelembap.

Krim pelembap dapat membantu kulit tetap terhidrasi sehingga kondisi kulit kering bisa dicegah.

Kulit kering menjadi salah satu pemicu kulit gatal dan merah-merah.

Untuk merasakan efeknya secara optimal, Moms bisa memasukkan salep gatal ini dalam kulkas terlebih dahulu. Kemudian, oleskan pada area kulit yang gatal secara tipis.

Sensasi dingin yang ditimbulkan dapat membantu meringankan gejala gatal-gatal. Nah, Moms juga disarankan untuk mengoleskan krim pelembap ini setelah mandi saat kulit masih lembap.

10. Miconazole
salep-gatal-di-selangkangan.jpg
Foto: Orami Photo Stocks

Miconazole adalah salep gatal antijamur yang digunakan untuk mengatasi infeksi jamur pada kulit, seperti kurap (tinea), kutu air, panu, dan candidiasis.

Infeksi jamur ini menyebabkan rasa gatal di selangkangan, paha dan menyebar ke bokong.

Gejala infeksi jamur dapat ditandai dari ruam kemerahan pada selangkangan, serta rasa gatal dan perih, terutama saat berkeringat.

Ruam juga tampak bersisik dan terkelupas.

Oleskan salep gatal ini untuk selangkangan dan area sekitarnya. Bila obat ini tidak ampuh, Moms bisa menggunakan obat antijamur yang diminum sesuai resep dokter.

Resep Salep Gatal Paling Ampuh

Saat merasa gatal pada kulit bagian tubuh tertentu, Anda mungkin akan mengoleskan salep gatal sebagai salah satu cara mengatasinya. Akan tetapi, memilih dan menggunakan salep untuk gatal pada kulit tidak boleh sembarangan.

Maka dari itu, penting untuk mengetahui pilihan kandungan salep penghilang gatal yang dapat digunakan sesuai dengan kondisi gatal-gatal pada kulit yang dialami.

Penyebab kulit gatal yang Anda alami
Untuk meredakan rasa gatal yang muncul dengan salep, Anda perlu mengetahui penyebab kulit gatal yang dialami.

Kulit gatal bisa disebabkan oleh banyak hal, seperti kulit kering, eksim atau dermatitis atopik, gigitan serangga, biduran, hingga penggunaan obat tertentu.

Gatal pada kulit juga bisa terjadi sebagai reaksi alergi setelah kulit bersentuhan dengan zat iritan atau pemicu gatal, seperti produk perawatan kulit yang tidak sesuai jenis kulit.

Jika Anda tidak yakin dengan penyebab kulit gatal, alangkah baiknya Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit.

Dengan demikian, Anda dapat memastikan ada tidaknya penyakit lain dan mendapatkan rekomendasi salep gatal kulit sesuai kondisi yang dialami.

Jenis salep gatal paling ampuh resep dokter
Walaupun banyak salep gatal di apotek yang dijual bebas, biasanya jenis salep untuk mengurangi rasa gatal pada permukaan kulit ini tetap memerlukan resep dari dokter.

Penggunaan salep gatal paling ampuh terkadang perlu dibarengi dengan pengobatan lain.

Misalnya, bila gatal disebabkan oleh infeksi jamur maka perlu disertai dengan penggunaan salep antijamur. Sedangkan, gejala gatal alergi harus dibarengi dengan menghindari pemicu alergi.

Berikut adalah berbagai jenis kandungan salep gatal paling ampuh yang umum diresepkan oleh dokter.

1. Hidrokortison
Salep hidrokortison umumnya menjadi pilihan utama yang diresepkan dokter untuk mengatasi gatal pada kulit.

Hidrokortison adalah salah satu krim steroid topikal yang dapat mengurangi rasa gatal akibat alergi dan peradangan.

Hal ini termasuk mengobati ruam dan gatal yang disebabkan oleh logam perhiasan, gesper, dan iritan dari produk laundry.

Cara kerja hidrokortison, yakni dengan menghambat respons peradangan yang memicu rasa gatal pada kulit.

Pada awal pemakaian, kulit Anda mungkin akan terasa perih, sensasi seperti terbakar, iritasi, kulit kering, dan kulit kemerahan. Perlu diketahui bahwa salep hidrokortison harus dengan resep dokter.

Anda bisa menggunakan krim steroid ini 3 menit setelah mandi untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Sebagian besar obat steroid topikal cukup digunakan 1 kali dalam sehari, atau ikuti petunjuk dokter. Gunakan salep hidrokortison setelah mengoleskan pelembap.

Anda tidak disarankan untuk menggunakan salep penghilang gatal ini tanpa resep dokter, serta selama lebih dari 2 minggu. Pasalnya, pemakaian salep hidrokortison terlalu lama dapat membuat lapisan kulit menipis.

Anda juga tidak dianjurkan untuk menggunakan krim hidrokortison pada area sekitar jari kaki, vagina, dan pangkal paha.

2. Salep antihistamin
Salep antihistamin dalam bentuk oral mungkin diresepkan dokter untuk meredakan rasa gatal akibat reaksi alergi. Salep gatal alergi ini juga dapat membantu mengobati eksim.

Salep antihistamin bekerja dengan menghambat histamin yang diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh saat berhadapan dengan alergen (zat pemicu alergi). Dengan demikian, pembengkakan dan peradangan pada kulit bisa dicegah.

Efek samping obat antihistamin yang menyebabkan rasa kantuk bisa membuat Anda tidur pulas walaupun kulit sedang terasa gatal.

Sama seperti krim hidrokortison, salep antihistamin hanya bisa digunakan dalam jangka waktu tertentu. Penggunaan terlalu sering dikhawatirkan dapat menimbulkan reaksi hipersensitivitas pada kulit.

3. Calamine
Calamine juga menjadi kandungan yang umum ditemui dalam salep kulit gatal.

Calamine mengandung campuran zinc oxide dan oksida besi yang efektif untuk menghilangkan gatal dan meredakan ruam yang melepuh.

Tak hanya itu, salep kulit gatal ini dapat digunakan untuk menenangkan sekaligus meredakan rasa gatal dan iritasi kulit akibat gigitan atau sengatan serangga, kulit terbakar sinar matahari, campak, cacar air, hingga eksim.

4. Diphenhydramine
Diphenhydramine adalah antihistamin yang banyak terdapat pada krim, gel, maupun obat semprot untuk mengobati kulit gatal. Salep gatal kulit ini bekerja dengan menghambat efek gatal dari histamin.

Salep untuk gatal mengandung diphenhydramine terkadang direkomendasikan untuk meredakan gejala dalam jangka pendek akibat gigitan serangga atau biduran.

Namun, Anda perlu hati-hati karena penggunaan obat gatal ini dapat mengiritasi kulit dan menimbulkan alergi pada beberapa orang.

Jika menggunakan salep kulit diphenhydramine, sebaiknya jangan lakukan lebih dari 7 hari. Jangan pula menggunakan kandungan salep penghilang gatal ini bersamaan dengan obat mengandung diphenhydramine dalam bentuk lainnya, seperti pil atau tablet.

Perlu diketahui bahwa diphenhydramine tidak dianjurkan untuk meredakan gejala gatal kronis yang disebabkan oleh eksim, psoriasis, herpes zoster, kerusakan saraf (neuropati), atau kondisi kulit lainnya.

5. Salep anestesi
Pilihan obat salep gatal berikutnya adalah anestesi. Salep anestesi bekerja dengan membuat area kulit yang terasa gatal menjadi kebas atau mati rasa.

Obat ini biasanya mengandung benzocaine yang mampu mengatasi gatal dengan cara memblokir sinyal saraf di tubuh.

Selain ketiga jenis salep di atas, Anda bisa menggunakan salep penghilang gatal yang mengandung calcineurin inhibitor (tacrolimus dan pimecrolimus), capsaicin, maupun doxepin.

Ada pula salep anestesi ringan berupa pramoxine yang sering ditambahkan pada produk salep atau krim antigatal yang juga mengandung hidrokortison atau bahan aktif lainnya.

Kandungan ini efektif untuk menghilangkan rasa sakit dan gatal yang disebabkan oleh gigitan serangga. Semua kandungan salep kulit gatal ini harus dengan resep dokter.

6. Mentol
Mentol adalah senyawa yang kerap ditemukan dalam sejumlah salep gatal kulit.

Tidak hanya meredakan rasa gatal, kandungan ini dapat berfungsi untuk mengirimkan sensasi dingin ke kulit sehingga mengalihkan perhatian Anda dari gatal yang dirasakan.

Akan tetapi, perlu diketahui bahwa kandungan mentol belum tentu dapat digunakan oleh semua orang.

Ragam Kandungan pada Salep Gatal yang Ampuh dan Efektif

Jenis salep gatal yang ampuh mengobati
Salep untuk cacar air

Sebelum membeli krim atau salep untuk mengobati kulit gatal Anda, lihat labelnya dan pastikan produk yang Anda pilih mengandung bahan-bahan berikut ini.

Akan tetapi, sebelumnya Anda tetap wajib berkonsultasi dengan dokter agar tidak salah memilih krim untuk kulit gatal Anda.

1. Hidrokortison
Hidrokortison adalah salah satu krim steroid yang dapat mengurangi peradangan pada kulit.

Menurut dr. Ethan Lerner, Ph.D., seorang profesor dermatologi di Harvard Medical School, krim yang mengandung 1% hidrokortison dapat mengobati ruam dan gatal yang disebabkan oleh logam perhiasan, gesper, dan iritan dari produk laundry.

Meski demikian, Anda tidak dianjurkan untuk menggunakan hidrokortison tanpa resep dokter dan selama lebih dari dua minggu. Pasalnya, pemakaian hidrokortison yang terlalu lama dapat menipiskan lapisan kulit dan bisa membuatnya menjadi lebih gatal.

Pemakaian obat juga tidak disarankan untuk area sekitar jari kaki, vagina, dan pangkal paha.

2. Calamine
Calamine yang biasanya tersedia dalam bentuk losion memang tidak sepopuler hidrokortison. Namun, kandungan calamine ini mengandung campuran oksida seng dan oksida besi yang efektif untuk menghilangkan gatal dan mengeringkan ruam yang melepuh.

Selain itu, gatal pada kulit yang disebabkan oleh gigitan serangga dan sengatan terbukti ampuh teratasi dengan calamine.

3. Dipenhydramine
Dipenhydramine merupakan antihistamin yang banyak terdapat pada krim, gel, maupun semprot untuk mengobati kulit gatal. Dipenhydramine ini bekerja dengan menghalangi efek gatal dari histamin, senyawa yang diproduksi di kulit selama reaksi alergi.

Kandungan dipenhydramine direkomendasikan untuk kulit gatal yang disebabkan karena gigitan serangga atau sengatan hewan. Namun, Anda perlu hati-hati sebab penggunaan krim ini dapat mengiritasi kulit dan menimbulkan alergi pada beberapa orang.

4. Pramoxine
Pramoxine merupakan anastesi ringan yang sering ditambahkan pada produk salep atau krim anti gatal yang juga mengandung hidrokortison atau bahan aktif lainnya.

Kandungan ini efektif untuk menghilangkan rasa sakit dan gatal yang disebabkan oleh gigitan serangga.

5. Menthol
Menthol adalah senyawa yang ditemukan dalam daun peppermint. Sensasi dingin pada kandungan ini akan mengalihkan perhatian Anda dari gatal yang dirasakan.

Selain dimanfaatkan untuk memberikan aroma atau rasa pada beberapa produk pembersih dan makanan, kandungan menthol pada krim dan salep obat gatal juga dapat berfungsi untuk mengirimkan sensasi dingin ke kulit.

Menthol sangat efektif untuk mengatasi kulit gatal, tapi sayangnya tidak untuk semua orang. Pada orang yang memiliki alergi terhadap bahan ini, efek paparannya bisa saja menimbulkan reaksi alergi parah berupa syok anafilaksis.

Apapun jenis krim atau salep yang Anda pilih untuk mengatasi gatal, sebelumnya Anda perlu mendiskusikannya dengan dokter spesialis kulit agar obat tidak menimbulkan efek samping yang serius.

[AMPUH] Berbagai Salep Gatal dan Kondisi yang Bisa Ditangani

Meski banyak tersedia di pasaran, salep gatal tidak boleh digunakan sembarangan, sebab tiap salep gatal memiliki kegunaan yang berbeda-beda. Agar tidak salah langkah, mari pahami perbedaan jenis salep gatal dan kondisi yang dapat ditanganinya.

Kulit gatal bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari alergi, eksim, infeksi parasit seperti kudis, gigitan atau sengatan serangga, hingga infeksi jamur. Maka dari itu, Anda perlu paham jenis salep gatal apa yang perlu Anda gunakan untuk mengatasinya.

Berbagai Salep Gatal dan Kondisi yang Bisa Ditangani – Alodokter

Beragam Jenis Salep Gatal
Meski memiliki tujuan yang sama dalam menghilangkan gatal, tapi penggunaan beragam salep gatal juga harus disesuaikan dengan penyebabnya. Hal itu karena gatal umumnya hanyalah sebuah gejala dari kondisi kesehatan atau penyakit tertentu.

Untuk itu, bila mengalami gatal yang terasa mengganggu, Anda dianjurkan memeriksakan diri ke dokter. Tujuannya agar dokter dapat memeriksa keluhan Anda dan menentukan penyebabnya, dengan demikian dokter dapat memberikan penanganan yang sesuai.

Berikut ini adalah beberapa jenis salep gatal, berikut kondisi yang ditanganinya:

1. Hydrocortisone

Salep gatal yang mengandung hydrocortisone berfungsi untuk meredakan peradangan. Biasanya keluhan tersebut ditandai dengan pembengkakan, gatal-gatal, dan kemerahan, baik akibat gigitan serangga, terkena tanaman beracun, eksim, alergi kulit, maupun iritasi kulit.

Dalam penggunaannya, oleskan salep gatal ini secukupnya sampai merata di area kulit yang gatal. Jangan lupa untuk selalu mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum dan sesudah menggunakan obat ini.

2. Calamine

Salah satu kandungan yang sering terdapat pada salep gatal ini, biasanya digunakan untuk meredakan rasa gatal, dan ketidaknyamanan akibat iritasi kulit ringan. Ketika dipakai, calamine umumnya akan memberikan sensasi sejuk.

Dalam penggunaannya, Anda bisa mengoleskan salep gatal ini setiap enam atau delapan jam sesuai kebutuhan, serta ikuti petunjuk penggunaan pada kemasan.

3. Crotamiton

Salep gatal crotamiton efektif digunakan untuk mengobati kudis (scabies), yaitu infeksi kulit yang disebabkan oleh tungau. Crotamiton bekerja dengan membunuh tungau yang menyebabkan kudis dan membantu mengurangi rasa gatal.

Setelah mandi, oleskan salep ini ke seluruh tubuh, mulai dari leher hingga jari kaki. Gunakan pada malam hari dan ulangi sesuai petunjuk dalam kemasan atau sesuai saran dokter sebanyak 2 sampai 3 kali sehari. Selain crotamiton, ada juga salep lain untuk mengobati scabies, misalnya salep gatal yang mengandung benzyl benzoate dan permethrin.

4. Miconazole

Salep gatal miconozale bermanfaat untuk mengobati gatal akibat infeksi jamur pada kulit, seperti kurap, panu, dan candidiasis. Cara penggunaannya adalah dengan mengoleskan salep ini di area yang mengalami gatal karena terinfeksi jamur.

Oleskan sebanyak dua kali dalam sehari dan ikuti petunjuk dalam kemasan atau sesuai saran dokter. Selain miconozale, Anda juga bisa menggunakan clotrimazole dan ketoconazole.

Ada beragam jenis salep gatal yang tersedia bebas di apotek atau toko obat dengan manfaat yang berbeda-beda. Untuk itu, akan lebih efektif jika Anda berkonsultasi ke dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan salep gatal. Dokter akan memberikan resep salep gatal yang tepat dan aman untuk membantu mengobati gatal yang Anda alami.

Terakhir diperbarui: 17 Mei 2019
Ditinjau oleh: dr. Marianti

Kulit Kering dan Gatal Jangan Digaruk, Atasi dengan Ini

Kondisi kulit kering dan gatal tidak dapat dianggap sepele. Apalagi ketika kulit tersebut terasa gatal, kamu sebaiknya tidak menggaruknya, karena menggaruk justru membuat kulit menjadi luka dan terinfeksi. Apabila kulit kering dan gatal disebabkan oleh alergi, maka penting untuk mengidentifikasi apa penyebab alergi tersebut dan sebisa mungkin menghindarinya.

Menurunnya kelembaban di kulit juga dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan gatal, bahkan mengelupas, pecah-pecah dan berdarah. Penyebabnya bisa bermacam-macam, mulai dari penggunaan sabun yang tidak cocok, bahan pakaian yang bisa membuat gatal, tidak rutin menggunakan pelembab, hingga terlalu lama berendam di air panas.

Sementara kulit yang normal dan sehat dilapisi oleh lapisan lemak, terasa lembab, dan juga kenyal. Ketika mengalami kekeringan, makan kulit menjadi lebih sensitif dan rentan terhadap munculnya ruam. Jadi, ketika kulit kamu kering dan gatal, sebaiknya lakukan saran-saran ini.

1. Gunakan Pelembab Secara Rutin

Jika kamu memiliki kulit kering dan gatal, jangan lupa untuk selalu menggunakan pelembab sesaat setelah mandi, mencuci muka, atau mencuci tangan. Pelembab seperti krim, lotion, bertujuan untuk menjaga kelembaban yang ada di kulit kamu supaya tidak mudah hilang. Pilihlah pelembab yang ringan dan tidak mengandung zat iritatif, seperti parfum dan pewarna, untuk menghindari kulit kering.

2. Teliti Memilih Sabun Mandi

Sabun mandi yang mengandung deodorant dan pewangi, biasanya mengandung bahan-bahan yang dapat menghilangkan kelembaban kulit sehingga menyebabkan kulit kering dan gatal. Maka itu, kamu sebaiknya cermat saat memilih produk sabun mandi. Pilihlah sabun mandi yang berbahan dasar ringan, tanpa pewangi, atau yang berlabel “hypoallergenic” atau untuk kulit sensitif. Karena bagi beberapa orang sering mengalami kulit kering dan gatal ketika bersentuhan dengan wewangian dan pewarna tertentu yang dapat ditemukan di deterjen, sabun mandi, dan berbagai produk perawatan kulit. Selain itu batasi waktu mandi menjadi 10 hingga 15 menit saja setiap kali mandi. Usahakan untuk menggunakan air dingin atau hangat, karena penggunaan air yang terlalu panas dan terlalu sering mandi bisa mengikis kelembaban kulit.

3. Kompres Kulit Gatal dengan Es Batu atau Air Es

Apabila rasa gatal semakin mengganggu, kamu dapat menutup kulit kering dan gatal dengan perban basah atau dengan kain yang dingin supaya kamu tidak berusaha untuk menggaruk kulit yang gatal.

4. Gunakan Humidifier

Terlalu sering beraktivitas di dalam ruangan dengan AC menyala dapat menyebabkan kulit kering. Dengan menggunakan humidifier di ruangan, dapat membantu melembabkan udara ruangan, sehingga tidak menyebabkan kulit menjadi kering. Selain itu, alat ini juga dapat membantu kamu mengatasi alergi kulit.

5. Hindari Asap Rokok

Asap rokok tidak hanya memengaruhi kesehatan organ dalam, rokok juga dapat menyebabkan kulit kering dan kasar. Hal ini dikarenakan merokok dapat menyebabkan aliran darah pada kulit menjadi kurang lancar. Paparan asap rokok juga dapat memperparah gejala eksim sehingga lebih rentan terjadi kulit kering dan gatal.

6. Menjaga Kebersihan

Kulit gatal dan kering tidak jarang juga disebabkan oleh lingkungan yang kotor. Banyaknya debu dan serangga kecil, seperti tungau di lingkungan kotor dapat menjadi salah satu penyebab kulit kering dan gatal. Untuk mengatasinya kamu tidak hanya perlu menjaga kebersihan tubuh, tapi juga menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal.

6 Bahan Alami Ini Bisa Jadi Obat Gatal pada Kulit

“Gatal-gatal pada kulit bisa disebabkan oleh berbagai hal, salah satunya alergi. Untuk mengatasi gatal-gatal terdapat beberapa bahan alami yang bisa digunakan. Contohnya seperti lidah buaya yang dapat membantu meredakan iritasi karena kulit gatal atau kering.”

Bila cara alami tidak efektif untuk mengatasi gatal-gatal pada kulit, cobalah tanyakan pada dokter melalui Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Halodoc, Jakarta – Gatal pada kulit bisa sangat mengganggu, bahkan terkadang menyakitkan bila digaruk secara terus-menerus. Ada banyak faktor yang menyebabkan kulit gatal, salah satunya reaksi alergi. Saat gatal menyerang, biasanya seseorang menggaruk permukaan kulit untuk meredakan gejala.

Tahukah kamu, menggaruk kulit yang gatal sebenarnya tidak disarankan dan bisa memicu masalah kulit lainnya? Contohnya seperti kulit kering, bersisik, dan muncul luka.

Menggaruk kulit yang gatal hanya memperparah kondisi. Untuk itu, kamu dapat memanfaatkan bahan-bahan alami yang ada di rumah. Apa saja bahan alami yang bisa digunakan untuk mengatasi gatal?

Bahan Alami Meredakan Gatal pada Kulit
Sebagai pertolongan pertama, kamu bisa menggunakan beberapa bahan alami berikut ini untuk mengatasi gatal pada kulit, seperti:

1. Lidah Buaya

Salah satu tanaman yang dikenal memiliki segudang khasiat untuk kulit adalah lidah buaya. Mengoleskan gel lidah buaya bisa membantu meredakan iritasi karena kulit gatal atau kulit kering. Kandungan dalam tanaman ini membantu melembapkan dan menjaga tingkat air di dalam kulit tetap tercukupi.

Umumnya, obat alami ini aman untuk digunakan. Namun, sebaiknya biasakan untuk menguji reaksi alergi sebelum mengoleskannya. Menguji reaksi alergi bisa dilakukan dengan mengoleskan sedikit lidah buaya ke telapak tangan.

2. Oatmeal

Selain baik untuk menu sarapan, oatmeal ternyata juga bisa membantu mengatasi gatal pada kulit. Pada dasarnya, oatmeal memiliki sifat humektan, yaitu bisa membantu melembapkan kulit.

Cara untuk mendapatkan manfaat kesehatan kulit dari oatmeal, cobalah untuk mencampurkan oatmeal yang berbentuk krim koloid ke dalam air mandi.

Oatmeal juga disebut memiliki kandungan zat antiinflamasi dan antioksidan yang bisa mengurangi rasa gatal, kulit kering, serta kulit kasar atau keras.

3.Kunyit

Dalam sebuah penelitian pada 150 orang dengan eksim, peneliti menggunakan krim yang mengandung kunyit selama 4 minggu untuk mengatasi gatal-gatal. Bagaimana hasilnya? Hampir 30-32 persen terjadi penurunan kulit bersisik dan gatal pada masing-masing subjek penelitian.

Kunyit mengandung senyawa aktif bernama kurkumin yang memiliki sifat antiinflamasi dan bakterisida. Senyawa ini yang membantu untuk mengobati peradangan dan gatal pada kulit.

Baca juga: Kulit Kering dan Gatal Jangan Digaruk, Atasi dengan Ini

Namun, krim kunyit dalam penelitian tersebut juga mengandung ramuan antiinflamasi lainnya, yang berkontribusi pada perbaikan. Oleh karena itu, penelitian ini tidak dapat menyimpulkan bahwa kunyit saja dapat meredakan gejala eksim.

4. Es Batu

Kompres bagian kulit yang gatal dengan es batu juga bisa membantu meringankan gejala gatal pada kulit. Cobalah untuk meletakkan kantong es atau es batu yang yang dilapisi kain ke permukaan kulit yang terasa sangat gatal.

5. Perbanyak Air Putih

Gatal pada kulit juga bisa terjadi karena kurang cairan dalam tubuh alias dehidrasi. Salah satu cara untuk mengatasinya adalah meningkatkan konsumsi air putih. Ringkasnya, banyak minum air putih bisa membantu mengatasi gatal pada kulit.

Baca juga: Kenali Biang Keringat, Ruam Kulit yang Terasa Gatal di Kulit

6. Minyak Kelapa

Minyak kelapa juga bisa dimanfaatkan untuk mengatasi gatal pada kulit. Sebuah penelitian yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa minyak kelapa ampuh mengatasi masalah kulit, termasuk gatal karena peradangan akibat alergi.

Minyak kelapa tidak hanya memiliki sifat antiinflamasi, tetapi juga bisa menghilangkan rasa sakit karena peradangan. Mengoleskan minyak ini juga membantu meningkatkan kadar antioksidan yang berfungsi untuk menstabilkan radikal bebas dan mengatasi peradangan pemicu gatal-gatal.

Kulit Gatal, Jangan Abaikan Kondisi Kesehatan Ini

Pernahkah kamu merasakan gatal hingga membuat kamu merasa stres bahkan frustasi? Disertai ruam atau tidak, rasa gatal bisa menjadi cara tubuh memberitahu kamu bahwa masalah. Jika kondisi ini disertai dengan peradangan, menggaruk bisa membuatnya semakin parah.

Tidak yakin dengan penyebab gatal yang dialami? Seorang ahli dermatologi bersertifikat dari American Academy of Dermatology, Alix J. Charles, MD menjelaskan beberapa hal yang menyebabkan seseorang merasakan gejala kulit gatal. Yuk, simak penyebabnya berikut ini:

Baca juga: Bikin Kulit Gatal, Ini 6 Pengobatan Dermatitis Kontak

Dehidrasi
Kulit kering atau xerosis adalah salah satu penyebab paling umum dari rasa gatal kronis. Kondisi semacam ini dapat dipengaruhi oleh genetik, cuaca dingin, atau usia yang semakin tua. Jika kamu sering berenang, mandi air panas atau mandi dengan di pemandian umum, maka lebih mungkin mengalami rasa gatal lebih sering. Dengan menggunakan pelembap tubuh dan krim wajah, gatal-gatal ini mereda dan kulit menjadi lebih lembap. Jika rasa gatal tidak kunjung hilang, segera periksakan diri ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Penyakit Kulit yang Tidak Diobati
Jika kulit kamu gatal disertai dengan bintik merah bersisik, bahkan keinginan untuk menggaruk di malam hari, kamu mungkin menghadapi penyakit kulit kronis seperti psoriasis atau eksim (dermatitis atopik). Untungnya, ada sejumlah perawatan yang tersedia untuk kedua kondisi, termasuk menggunakan krim topikal, obat oral atau injeksi, dan fototerapi.

Baca juga: Kenali Biang Keringat, Ruam Kulit yang Terasa Gatal di Kulit

Reaksi Alergi
Jika kamu belakangan ini membeli pelembut pakaian yang beda dari biasanya digunakan, atau minum obat tertentu, bisa jadi ini respons umum terhadap alergen. Jika kamu merasakan hanya sedikit gatal, maka segera identifikasi pemicunya dengan menghentikan penggunaan dan minum antihistamin. Jika kamu tidak bisa berhenti menggaruk, pergilah ke dokter kulit, karena kulit gatal-gatal kronis dan bisa menjadi tanda masalah yang lebih serius, seperti infeksi atau penyakit.

Tengah Menjalani Pengobatan Baru atau Meningkatkan Dosis Obat
Jika kamu baru saja menjalani operasi gigi bungsu dan diresepkan opioid atau kamu sedang dalam pengobatan karena tekanan darah tinggi, pil yang dikonsumsi bisa menjadi penyebab gatal yang terus-menerus. Jika kamu memerhatikan kulit gatal sebagai efek samping potensial dari obat, bicarakan dengan dokter dan minta untuk mengganti atau menurunkan dosisnya.

Baca juga: 5 Bahan Alami Ini Bisa Jadi Obat Gatal pada Kulit

Fluktuasi Hormon
Fluktuasi hormon bisa menyebabkan efek yang kuat, termasuk kulit yang gatal. Misalnya, jika kamu sedang menyusui atau mengalami menopause, kamu memiliki kadar estrogen yang lebih rendah dari biasanya, yang menyebabkan efek gatal-gatal pada tubuh. Untuk mengatasinya, kamu bisa menghindari terlebih dulu penggunaan sabun dan deterjen yang memicu alergi. Jika kamu masih merasa gatal, segera buat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc untuk melakukan pemeriksaan terkait kondisi ini.

Kehamilan
Kulit kering dan perut yang terus mengembang kerap kali menyebabkan rasa gatal yang tidak tertahankan pada ibu hamil. Namun, rasa gatal yang parah tanpa ruam pada telapak tangan, telapak kaki bisa menjadi indikasi kolestasis intrahepatik kehamilan (ICP), yaitu terganggunya fungsi hati karena penumpukan empedu. Rasa gatal ini harus kamu tanyakan pada dokter kehamilan agar dilakukan perawatan yang tepat.

Diabetes
Kulit gatal ternyata juga dapat dialami oleh pengidap diabetes. Diabetes adalah penyakit yang terjadi karena tingginya kadar gula dalam darah. Rasa gatal pada pengidap diabetes terjadi sebagai respon tubuh terhadap kadar gula darah yang melonjak. Adapun gejala lainnya yang dirasakan pengidap diabetes adalah rasa haus yang tidak tertahankan, sering buang air kecil, dan perubahan warna kulit.

Nah, lebih baik selalu perhatikan rasa gatal pada kulit dan jangan sepelekan terhadap kondisi-kondisi yang mungkin terjadi. Penanganan yang lebih dini memudahkan penyembuhan dari kulitmu itu sendiri.

7 Obat Gatal Kulit Paling Ampuh dan Tersedia di Apotek!

Rasa gatal pada kulit kerap membuat jengkel dan mengganggu aktivitas bahkan tidur Anda di malam hari. Untungnya, Anda bisa menggunakan obat gatal kulit untuk mengatasinya.

Sebelum diobati, ada baiknya FarmaFriends cari tahu terlebih dahulu penyebab gatal pada kulit. Gatal-gatal pada kulit bisa karena berbagai hal. Misal karena kulit kering, alergi, gigitan serangga, terpapar zat iritan, penyakit kulit kronis hingga kondisi medis tertentu. Kondisi ini terkadang juga disertai dengan munculnya gejala lain seperti ruam, kulit kering, dan bersisik hingga bentol-bentol.

Pilihan Obat Gatal Kulit di Apotek
Pada dasarnya, penggunaan obat gatal pada kulit ditujukan untuk membantu meringankan rasa gatal yang ditimbulkan. Kalau disebabkan oleh kulit kering dan bersisik, rasa gatal cukup ditangani dengan rajin menggunakan pelembap kulit atau body lotion tentunya yang aman. Terutama jika Anda memiliki jenis kulit sensitif. Jika digigit serangga, lebih baik menggunakan obat gatal salep.

Tetapi, bila masalah kulit dirasa tidak kunjung hilang meski sudah dikrompres atau perawatan rumah lainnya, Anda mungkin memerlukan obat-obatan yang diresepkan oleh dokter yang umumnya mengandung calamine, kortikostiroid, atau antihistamin. Yuk, cek daftar obat gatal-gatal pada kulit yang bisa kamu beli di apotik berikut ini!

1. Antihistamin
Apabila penyebab gatal pada kulit yang Anda alami karena alergi, maka Anda bisa cari obat gatal pada kulit di apotek berupa Antihistamin.

Beberapa obat jenis antihistamin yang ampuh di apotek seperti loratadine, fexofenadine dan cetirizine yang berisiko rendah. Namun ada pula yang berisiko menyebabkan kantuk seperti chlorpheniramine, sehingga dianjurkan untuk mengonsumsi obat tersebut saat malam hari.

2. Krim Pelembap
Obat gatal pada kulit lainnya adalah krim pelembap. Krim pelembap dapat membantu kulit terhidrasi dengan baik sehingga kondisi kulit kering dapat diatasi. Anda juga dapat mengoleskan krim pelembap setelah mandi saat kondisi kulit masih lembab.

3. Obat Oles Non-Steroid
Obat sediaan topikal seperti krim, lotion, atau gel juga bisa Anda temukan dengan mudah di apotik secara bebas tanpa resep dokter. Beberapa obat yang dapat mengatasi gatal diantaranya lotion atau krim yang mengandung calamine, menthol, atau pramoxine.

Umumnya, obat dengan kandungan tersebut efektif meredakan rasa gatal yang diakibatkan oleh alergi, gigitan serangga, atau biang keringat.

4. Kortikosteroid
Pengobatan menggunakan obat kortikosteroid bisa Anda lakukan untuk mengobati kondisi gatal sekaligus mengurangi peradangan pada kulit seperti gigitan serangga, dermatitis, hingga eksim. Tersedia dalam bentuk tablet dan krim hydrocortisone. Obat ini tergolong keras, sehingga dalam penggunaanya memerlukan resep dokter.

5. Antibiotik
Antibiotik diperlukan jika Anda mengalami gatal akibat infeksi bakteri pada kulit. Penggunaan obat antibiotik sebagai obat gatal-gatal pada kulit harus sesuai dengan dosis yang disarankan oleh dokter. Biasanya, dokter akan meresepkan obat dalam sediaan oral (minum) atau mungkin oles.

6. Antidepresan
Sertraline, fluoxetine, dan citalopram termasuk golongan selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) yang juga dapat digunakan untuk mengatasi kulit gatal. Sebetulnya, obat ini dikhususkan untuk pengobatan rasa gatal akibat kelainan saraf.

Namun, efek melemahkan sensor gatal pada tubuh yang dimiliki obat tersebut dapat membantu mengurangi berbagai jenis gatal pada kulit. Meski begitu, penggunaan obat gatal yang satu ini harus dalam pengawasan dokter.

7. Obat Gatal Herbal
Selain obat medis, ada pula obat herba yang dipercaya dapat membantu meredakan gatal pada kulit, contohnya minyak essensial. Penggunaan minyak essensial seperti eucalyptus, lavender, atau tea tree oil umumnya untuk mengurangi rasa gatal yang disebabkan oleh gigitan serangga. Walau mudah didapat, efektivitas obat-obatan herba dalam mengatasi gatal belum dapat dipastikan.

Tips Memilih Obat untuk Gatal pada Kulit
Hindari zat-zat pemicu gatal bila Anda sudah mengetahui penyebab gatal sebelumnya (detergen, debu, sabun, dsb)
Gunakan pelembap kulit untuk mencegah kulit kering.
Tidak menggaruk area yang gatal, karena dapat menghambat proses penyembuhan, menyebabkan infeksi hingga berisiko menimbulkan kondisi yang lebih buruk.
Nah itu dia beberapa pilihan obat kulit gatal di apotek yang dikenal ampuh dan efektif. Pastikan Anda lebih jelas mengetahui penyebab gatal terlebih dahulu. Jangan lupa untuk mengikuti dosis penggunaan dengan tepat agar tidak timbul komplikasi ya FarmaFriends!

12 Penyebab Kulit Gatal dan Cara Mengatasinya

Kulit merupakan organ terbesar pada tubuh manusia. Karena merupakan organ terbesar, kulit pun tidak luput dari berbagai masalah kesehatan seperti penyakit kulit gatal. Kulit gatal sendiri sangat umum terjadi. Biasanya kulit yang gatal bisa hilang dengan sendirinya, tetapi ada juga yang berlangsung selama berhari-hari dan mengganggu aktivitas fisik sehingga perlu penanganan khusus.

Ada berbagai macam penyebab kulit gatal, salah satunya karena peradangan misalnya yang terjadi pada dermatitis atopik atau eksim, dermatitis kontak iritan, dan alergi. Selain itu, terdapat juga penyakit kulit yang disebabkan oleh gangguan autoimun dimana sistem kekebalan tubuh menyerang dan menghancurkan jaringan tubuh yang sehat.

Untuk mengetahui penyebab penyakit kulit gatal dan cara mengatasinya, yuk simak pembahasan berikut.

1. Alergi
Dalam istilah medis, alergi kulit disebut dermatitis kontak alergi. Alergi dapat dipicu oleh beberapa penyebab. Kemunculan alergi ini kulit bisa terjadi karena kulit terpapar alergen atau unsur asing yang dianggap berbahaya oleh sistem kekebalan tubuh. Karena keliru, sistem kekebalan tubuh mengeluarkan sinyal berupa gatal-gatal pada tubuh.

Penyebab alergi kulit yang sering dijumpai diantaranya karena produk kosmetik yang tidak cocok di kulit, produk pembersih seperti deterjen, dan sabun cuci, obat-obatan yang dioleskan ke kulit, atau bahkan tanaman juga bisa menyebabkan alergi.

Untuk mengatasi alergi kulit, gunakan lotion atau calamine atau krim hidrokortison yang bisa mengurangi gatal. Tetapi jangan lupa untuk meminta petunjuk dokter ya. Selain itu, ketika alergi kamu bisa mandi dengan air dingin dan menggunakan pakaian yang longgar dan lembut di kulit.

2. Psoriasis
Dikutip dari Hellosehat.com, psoriasis adalah penyakit autoimun kronis yang membuat sel-sel kulit berproduksi terlalu cepat dan tak terkendali. Akibatnya, sel kulit menjadi terlalu banyak dan menumpuk di permukaan kulit.

Psoriasis paling sering menyerang area leher, tangan dan kaki. Selain dengan obat-obatan dan perawatan dari dokter, kamu juga bisa mengatasi psoriasis yang kambuh dengan cara mengenal dan menjauhi faktor pemicu psoriasis. Misalnya stress, paparan sinar matahari yang berlebihan, dan merokok. Bukan hanya itu, kamu juga bisa mengoleskan pelembab di kulit yang bisa mengurangi rasa gatal dan perih akibat psoriasis, melakukan pola makan yang sehat seperti mengonsumsi buah dan sayur, dan mengelola stress dengan baik.

3. Eksim
Eksim atau dermatitis atopik ditandai dengan kulit kemerahan, gatal, kering, dan bersisik. Eksim sering terjadi di area leher, lipatan siku, atau bagian belakang lutut. Jika digaruk, kulit yang bersisik ini bisa mengeluarkan darah dan cairan.

Eksim bisa disebabkan oleh berbagai macam diantaranya karena cuaca, makanan, bulu hewan, dan bisa juga dari bahan pakaian yang dikenakan. Untuk mengobati eksim ini, kamu bisa melakukannya secara mandiri dan penanganan dari dokter. Kamu bisa belajar menjaga kesehatan kulit seperti dengan memperhatikan kandungan kosmetik yang kamu gunakan, menghindari bahan pakaian yang membuat gatal di kulit, dan mengendalikan stress.

4. Panu
Panu adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur. Seseorang bisa mengalami panu diakibatkan oleh lemahnya sistem kekebalan tubuh, perubahan hormon, dan kekurangan nutrisi. Selain itu, keringat berlebihan, kulit berminyak, dan anggota keluarga yang memiliki panu juga meningkatkan risiko seseorang mengalami panu.

Panu membuat bercak putih dan gatal pada kulit. Gejala-gejala lainnya yaitu munculnya bercak berwarna merah muda, merah, kecoklatan, atau coklat, kulit menjadi bersisik, kering dan gatal. Sementara itu, area yang paling sering terjangkit panu yaitu area punggung, dada, leher, atau lengan atau atas.

Beberapa cara untuk mengatasi panu antara lain dengan terapi anti jamur, baik dalam bentuk lotion, krim atau sampo. Khusus untuk panu yang tergolong ringan, bisa juga menggunakan obat untuk membunuh infeksi jamur yang dijual di pasaran.

5. Cacar air
Cacar air adalah penyakit yang disebabkan oleh virus varicella zoster yang ditandai dengan munculnya ruam kemerahan berisi cairan yang sangat gatal di seluruh permukaan tubuh. Cacar air umumnya menyerang anak-anak di bawah 12 tahun karena sistem imun yang lemah dan sistem imunnya belum terbentuk dengan baik.

Selain ruam kemerahan dan gatal, gejala lainnya yaitu demam, pusing, lemas dan nyeri tenggorokan. Cacar air juga merupakan penyakit menular yang transmisinya melalui percikan ludah, dan kontak langsung dengan cairan yang berasal dari ruam.

Pengobatan yang bisa dilakukan di rumah untuk mengatasi cacar air yaitu dengan memperbanyak minum air putih, mengenakan pakaian yang halus dan longgar, konsumsi makanan yang bertekstur lembut di lidah, serta tidak menggaruk ruam atau luka cacar air.

6. Herpes simpleks
Herpes simpleks atau herpes genital adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus herpes simpleks (HSV). Penyakit ini merupakan penyakit menular seksual yang terjadi di area kelamin baik pria maupun wanita.

Herpes simpleks seringkali tidak menimbulkan gejala. Tetapi, beberapa gejala yang ditimbulkan antara lain luka lepuh di area kelamin yang terasa sakit dan gatal. Gejala ini juga dapat terjadi berulang dalam setahun. Namun, jika sistem imun seseorang lebih kuat terhadap virus HSV ini, maka risiko gejala yang muncul kembali pun akan berkurang.

Untuk mengobati herpes simpleks, biasanya diberikan obat anti virus untuk mencegah penularan kepada orang lain dan menurunkan panjangnya durasi risiko yang muncul.

7. Bed bug
Bed bug atau kutu kasur adalah serangga berbentuk pipih dan kecoklatan yang hidup dengan cara menghisap darah. Hewan ini biasanya bersembunyi di sekitar tempat tidur, dan keluar di malam hari untuk menggigit dan menghisap darah saat seseorang tidur.

Gejala seseorang yang terkena kutu kasur antara lain munculnya bilur kemerahan di kulit yang terasa gatal atau seperti terbakar. Ketika mengalami gejala ini, segera bersihkan bintik gigitan dengan air hangat dan sabun, kompres bagian yang terkena gigitan dengan handuk yang telah dicelupkan air es atau air dingin, atau kamu juga bisa mengoleskan krim anti gatal calamine, hidrokortison, atau antihistamin. Apabila gejala yang muncul tidak kunjung membaik, segera periksakan diri ke dokter.

8. Kulit kering
Kulit kering biasanya terjadi ketika lapisan kulit paling luar atau epidermis kulit kekurangan cairan dan minyak alami. Kondisi kulit ini bisa muncul di bagian tubuh manapun, tetapi lebih sering terjadi di bagian lengan, tangan, dan kaki.

Kulit kering seringkali membuat tidak nyaman seperti kulit menjadi terasa gatal, dan ketika terus menerus digaruk muncul ruam kemerahan dan luka pada kulit. Untuk mengatasi hal ini, cobalah dengan menggunakan pelembab secara rutin seperti setelah mandi, mencuci muka dan mencuci tangan, menggunakan kompres air dingin, dan memilih produk sabun mandi dan kosmetik yang tepat.

9. Biduran
Biduran atau urtikaria adalah reaksi alergi pada kulit yang ditandai dengan adanya ruam kemerahan seperti bentol dan terasa gatal pada kulit. Biduran bisa terjadi di sebagian atau seluruh bagian tubuh. Biasanya, biduran bisa hilang dengan sendirinya tanpa perlu penanganan khusus. Akan tetapi, beberapa diantaranya bisa berlangsung selama beberapa hari sampai berminggu-minggu.

Biduran bisa disebabkan oleh banyak hal seperti alergi terhadap makanan tertentu, serbuk sari, racun dari serangga, udara di luar ruangan, keringat berlebih dan stress. Bahkan biduran juga bisa menjadi salah satu gejala dari penyakit serius seperti penyakit tiroid atau kanker.

Jika kamu mengalami biduran yang tidak kunjung hilang dengan sendirinya, segera periksakan diri ke dokter. Selain itu, cobalah kenakan pakaian yang longgar dan tidak terlalu tebal, hindari sabun yang bisa mengiritasi kulit, hindari juga menggaruk kulit yang terkena biduran agar kulit tidak luka dan gatal semakin menyebar.

10. Penyakit sistemik (lupus, celiac disease, diabetes, kanker leukimia dan limfoma)
Bukan hanya penyakit kulit yang bisa membuat kulit terasa gatal. Beberapa penyakit sistemik pun bisa menyebabkan kulit gatal bahkan di seluruh bagian tubuh. Penyakit sistemik seperti lupus, anemia defisiensi besi, penyakit celiac, diabetes, gagal ginjal hingga kanker leukimia dan limfoma pun bisa membuat kulit menjadi terasa gatal.

Jika hal ini terus menerus berlangsung disertai dengan gejala spesifik lainnya, kamu harus segera memeriksakan diri ke dokter. Hal ini juga bertujuan untuk mengetahui penyebab pasti penyakit apa yang diderita dan mencegah penyakit tersebut bertambah parah.

11. Gangguan saraf
Gangguan saraf biasanya identik dengan adanya gangguan sel-sel yang ada di otak. Namun bukan hanya itu, terdapat juga gangguan saraf yang salah satu gejalanya membuat gatal-gatal pada kulit misalnya neurodermatitis, herpes zoster, multiple sclerosis, dan neuropati.

Pada herpes zoster misalnya, timbul bintil-bintil kemerahan di kulit dan terasa nyeri. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus Varicella Zoster, yang juga menjadi penyebab cacar air. Selain bintil-bintil kemerahan, gejala herpes zoster lainnya yaitu demam, sakit kepala, lemas, dan silau terhadap cahaya.

Upaya mandiri yang bisa dilakukan di rumah ketika mengalami herpes zoster diantaranya dengan menggunakan pakaian yang lembut dan longgar seperti pakaian yang berbahan dasar katun, mandi dengan air dingin atau menempelkan kompres dingin pada bintil. Cara ini bisa dilakukan untuk meredakan rasa nyeri dan gatal pada kulit.

12. Hepatitis C
Selain penyakit sistemik dan gangguan saraf, penyakit hati seperti hepatitis C juga salah satu ciri gejalanya adalah gatal-gatal pada kulit. Hepatitis C merupakan penyakit berbahaya yang disebabkan oleh infeksi virus hepatitis C (HCV). infeksi virus hepatitis C membuat peradangan pada organ hati dan berdasarkan lamanya virus menginfeksi, hepatitis C dibedakan menjadi hepatitis C akut dan kronis.

Hepatitis C akut paling lama terjadi selama 6 bulan dan penderita pun bisa melawan infeksi virus ini dan sembuh seperti sedia kala. Namun, sebagian penderita hepatitis C ini juga berisiko menjadi hepatitis C kronis yang bisa menyebabkan penyakit yang lebih fatal dan serius seperti kerusakan hati, sirosis, kanker hati bahkan kematian.

Gejala-gejala hepatitis C yang perlu diperhatikan diantaranya demam, kelelahan, nyeri sendi, nyeri perut, penyakit kuning, mual dan muntah, selera makan menurun, urine berwarna gelap dan feses berwarna pucat. Jika kamu mengalami beberapa gejala di atas, segera hubungi pelayanan medis seperti dokter dan rumah sakit terdekat.

Sebagai upaya untuk melindungi kesehatan kulit, gunakan produk kesehatan Lifebuoy salah satunya Lifebuoy Sabun Cair Charcoal yang membantu melawan masalah kulit seperti gatal-gatal dan kemerahan pada kulit. Lifebuoy Sabun Cair Charcoal juga mampu membersihkan kuman dan partikel polusi yang dapat menutup pori-pori kulit secara menyeluruh.

Fakta Seputar Gatal pada Kulit yang Perlu Anda Ketahui

Gatal pada kulit adalah masalah yang cukup sering ditemui. Terkadang gatal bisa terjadi sebagai gejala dari masalah kesehatan lain, alergi, gigitan serangga, atau kulit kering. Namun, kondisi ini juga bisa dirasakan tiba-tiba tanpa alasan yang jelas.

Sekilas tentang gatal pada kulit
dermatitis kontak

Gatal pada kulit adalah salah satu penyakit pada kulit yang terjadi ketika Anda merasakan sensasi tak nyaman seperti geli dan iritasi dan membuat Anda ingin menggaruk area tersebut. Dalam dunia medis, kondisi ini juga dikenal dengan nama pruritus.

Pruritus bisa dialami oleh siapa saja, namun pruritus yang kronis lebih umum terjadi pada orang-orang yang lebih tua. Pasalnya, mereka cenderung memiliki kulit yang kering. Seperti yang sudah disebutkan, kulit kering dapat memicu terjadinya pruritus.

Seringnya, kulit gatal hanya terasa di area kecil tertentu, tapi bisa juga dirasakan di seluruh tubuh Anda. Pada kasus yang dialami oleh orang-orang sehari-hari, gatal tidak menimbulkan perubahan pada kulit.

kan tetapi, bergantung pada penyebabnya, gatal juga bisa disertai dengan:

1. Memiliki penyakit kulit
Pruritus sering menjadi pertanda adanya penyakit kulit lain yang Anda alami. Penyakit kulit ini bisa disebabkan oleh keadaan imunitas tubuh atau karena infeksi jamur, virus, dan bakteri. Beberapa jenis penyakit kulit tersebut adalah:

dermatitis atopik (eksim),
kurap,
psoriasis,
impetigo,
biang keringat,
herpes,
kudis,
cacar air, dan
biduran.
2. Reaksi alergi
Pruritus juga bisa muncul jika kulit Anda sensitif atau mengalami reaksi alergi terhadap bahan pakaian, zat, atau tanaman tertentu seperti wol, bahan kimia yang ada dalam sabun, dan kosmetik.

Hal ini juga kerap disebut dermatitis kontak, di mana kulit akan menimbulkan reaksi alergi seperti gatal-gatal ketika terpapar dengan alergen.

3. Memiliki penyakit saraf
Penyakit-penyakit yang mengganggu sistem saraf seperti multiple sclerosis, diabetes, atau saraf terjepit dapat menyebabkan gatal.

4. Memiliki penyakit dalam
Beberapa penyakit dalam yang dapat menimbulkan pruritis adalah penyakit hati, gagal ginjal, anemia defisiensi besi, masalah tiroid dan kanker tertentu, termasuk multiple myeloma dan limfoma.

ARTIKEL TERKAIT

Gatal pada Malam Hari? Simak Cara Mengatasinya
PENYAKIT KULIT LAINNYA

Gatal pada Malam Hari? Simak Cara Mengatasinya
Kulit gatal tentu sangat mengganggu aktivitas Anda sehari-hari. Apalagi kalau rasa gatal ini muncul pada malam hari. Tentu saja, hal ini bisa mengganggu kualitas tidur. Lantas, apa penyebab dan bagaimana cara menghilangkan gatal malam hari ini? Apa penyebab gatal malam hari? Gatal malam hari adalah kondisi kulit gatal yang hanya terjadi pada malam hari. Kondisi ini disebut […]

Foto Penulisbadge
Ditinjau secara medis oleh dr. Damar Upahita • Jul 22, 2021

5. Stres
Bila Anda tidak memiliki penyakit-penyakit yang telah disebutkan di atas, bisa jadi stres adalah pemicunya. Stres akan merangsang reaksi kimia dalam tubuh yang membuat kulit menjadi lebih peka.

Selain itu, ada banyak ujung saraf yang terhubung dengan kulit. Sehingga, jika sistem saraf pusat Anda membaca adanya gangguan karena stres, kulit Anda juga akan bereaksi.

Masalahnya, terkadang bahkan Anda sendiri tidak menyadari bahwa Anda sedang dilanda stres atau sedang banyak pikiran. Maka saat Anda mengalami gatal yang muncul tiba-tiba, Anda merasa bahwa penyebabnya tidak jelas.

6. Faktor psikogenik
Gatal bisa dipicu oleh sugesti dari pikiran Anda sendiri.

Kondisi ini sebenarnya jarang ditemui, tapi jika Anda memiliki kondisi kejiwaan tertentu seperti depresi, gangguan kecemasan, atau gangguan obsesif kompulsif (OCD), stres sedikit saja sudah bisa memicu keinginan untuk menggaruk kulit yang terasa gatal.

Biasanya gatal hanya akan terasa pada anggota tubuh yang mudah dijangkau seperti lengan, wajah, bahu, perut, atau paha bagian belakang.

7. Tidak menjaga kebersihan diri
Misalnya bila Anda sering tidak mandi atau malas berganti pakaian saat berkeringat. Kebiasaan-kebiasaan ini akan membuat kulit menjadi lembab dan rentan terhadap perkembangbiakan jamur.

Terlebih lagi, sel-sel kulit mati yang dibiarkan akan semakin menumpuk. Hal ini dapat menjadi makanan favorit bagi bakteri dan jamur. Bila sudah terinfeksi, kulit akan terasa gatal, iritasi, dan meradang.

Bagaimana cara meredakan gatal pada kulit?
Pantangan menggaruk gatal herpes cacar air

Gatal biasa terjadi pada semua orang. Bila sudah terasa mengganggu, Anda bisa melakukan beberapa langkah untuk meredakan intensitasnya seperti menepuk-nepuk pelan area yang terdampak, memberi kompres dingin dengan es batu yang dilapisi kain, atau menggunakan pelembab yang tidak mengandung zat pewangi.

Namun, gatal pada kulit yang menyiksa mungkin akan memerlukan obat. Terutama bila Anda mulai merasakan gejala berikut.

Gatal yang berlangsung lebih dari dua minggu dan tidak membaik meski telah diberikan penanganan di rumah.
Mengganggu rutinitas atau waktu tidur Anda.
Sering datang tiba-tiba dan memengaruhi seluruh bagian tubuh.
Disertai dengan gejala lain seperti kelelahan hebat, penurunan berat badan, demam, kemerahan, atau memengaruhi kebiasaan buang air.
Jika demikian, biasanya pruritus yang Anda alami adalah gejala dari suatu penyakit tertentu. Anda harus segera melakukan pemeriksaan untuk memastikan penyakitnya dan mendapatkan penanganan yang tepat.

Terlepas dari penyakit yang mendasari gejala ini, ada beberapa obat gatal yang kerap dianjurkan oleh dokter untuk meringankan intensitasnya. Pilihannya meliputi sebagai berikut.

Krim dan salep kortikosteroid, sebelum menggunakannya pastikan kulit dalam keadaan lembab atau sedikit basah guna penyerapan obat yang lebih baik.
Obat topikal lainnya seperti calsineurin inhibitor atau anestesi topikal seperti capsaicin dan doxepin.
Obat-obatan yang diminum seperti fluoxetine dan sertraline yang akan bantu meredakan beberapa jenis pruritus kronis.
Terapi cahaya atau fototerapi, prosedur ini harus dilakukan beberapa kali sampai pruritus terkendali.
Bila ternyata gatal disebabkan karena stres, tentu hal yang harus Anda lakukan adalah menemukan dan menghadapi sumber stres. Saat stres berkurang, gatal-gatal yang Anda rasakan pun akan berangsur-angsur hilang.

Penting bagi Anda untuk meluangkan waktu bagi diri sendiri guna mengusir stres. Anda bisa melakukan relaksasi dengan minyak esensial, berolahraga, berlibur, atau langsung menyelesaikan sumber masalah penyebab stres.